MENENUN KEPERCAYAAN DI TENGAH KRISIS ZAMAN Sarasehan Empat Majelis PWA Jambi dalam Rangakaian Milad ke-109 'Aisyiyah
By Admin on Jun 14, 2026
Pagi yang teduh menyelimuti Kota Jambi, Sabtu, 13 Juni 2026. Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial yang kerap mengguncang sendi-sendi kepercayaan publik, Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Provinsi Jambi menghadirkan sebuah ruang dialog yang sarat makna. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-109 'Aisyiyah, organisasi perempuan Islam berkemajuan yang telah lebih dari satu abad mengabdikan diri untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun peradaban yang berkeadaban.
Berbeda dari rangkaian kegiatan milad pada tahun-tahun sebelumnya, kali ini PWA Jambi menyelenggarakan sebuah forum yang dapat dikatakan sebagai langkah baru dan inovatif, yakni Sarasehan Empat Majelis Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Provinsi Jambi. Forum ini mempertemukan empat unsur strategis dalam tubuh organisasi, yaitu Majelis Pendidikan Kader (MPK), Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH), Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB), serta Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPPA).
Mengusung tema "Politik Perempuan di Tengah Krisis Kepercayaan", kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus ikhtiar intelektual untuk membedah berbagai persoalan kebangsaan yang tengah dihadapi masyarakat. Tema tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Di tengah meningkatnya sikap apatis terhadap institusi publik, menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap proses politik, serta berkembangnya polarisasi sosial, perempuan dituntut hadir bukan sekadar sebagai penonton, melainkan sebagai pelaku utama yang mampu menghadirkan solusi dan keteladanan.
Bertempat di Auditorium Lantai 6 Universitas Muhammadiyah Jambi, sarasehan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, namun tetap kaya akan gagasan dan pemikiran. Para peserta yang berasal dari berbagai unsur organisasi, akademisi, aktivis perempuan, serta masyarakat umum tampak antusias mengikuti setiap sesi diskusi.
Hadir mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jambi, Sekretaris PWM, Agus Setiyono, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sarasehan ini merupakan bentuk nyata kontribusi intelektual 'Aisyiyah dalam merawat kehidupan demokrasi dan memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan bangsa.
"Aisyiyah telah membuktikan dirinya sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan, tetapi juga aktif menghadirkan pemikiran-pemikiran strategis bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara. Forum seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran kritis sekaligus membangun optimisme di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Provinsi Jambi, Hj. Dirmanida, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh peserta, tamu undangan, serta para narasumber yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan ruang-ruang pencerahan yang mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat.
Sarasehan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. Di antaranya Rektor Universitas Muhammadiyah Jambi, Hendra Kurniawan, S.Si.,M.Si., yang mengulas pentingnya pendidikan politik yang berlandaskan etika dan nilai-nilai keilmuan. Hadir pula Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jambi, Iron Sahroni, S.Pd.I., M.H., yang memberikan perspektif mengenai dinamika demokrasi dan partisipasi perempuan dalam proses politik kontemporer. Selain itu, sejumlah narasumber lain turut memperkaya diskusi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
Lebih dari sekadar forum akademik, sarasehan ini sesungguhnya merupakan manifestasi dari semangat Islam Berkemajuan yang selama ini menjadi napas gerakan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Politik dalam perspektif Islam tidak semata-mata berbicara tentang kekuasaan, melainkan tentang amanah, kemaslahatan, dan tanggung jawab moral untuk menghadirkan keadilan bagi seluruh manusia.
Di tengah krisis kepercayaan yang melanda berbagai institusi, perempuan memiliki peran strategis untuk menjadi penjaga nilai-nilai integritas, kejujuran, dan kemanusiaan. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an, umat terbaik adalah mereka yang senantiasa menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Allah SWT. Nilai-nilai itulah yang terus diperjuangkan oleh 'Aisyiyah selama lebih dari satu abad perjalanan pengabdiannya.
Milad ke-109 'Aisyiyah bukan sekadar perayaan usia organisasi, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan. Dari Auditorium Universitas Muhammadiyah Jambi pagi itu, tersirat sebuah pesan penting: bahwa kepercayaan publik tidak lahir dari retorika, melainkan dari keteladanan, integritas, dan kerja nyata yang terus-menerus dilakukan demi kemaslahatan umat dan bangsa.
Dan di situlah 'Aisyiyah terus meneguhkan langkahnya, menjadi pelita yang menerangi jalan peradaban, menebarkan hikmah di tengah zaman, serta menghadirkan harapan di saat banyak orang mulai kehilangan kepercayaan.