Membangun Peradaban Pendidikan dari Bungo: Kunjungan Wakil Menteri Dikdasmen RI Menguatkan Sinergi Muhammadiyah dan Pemerintah
By Admin on Aug 07, 2026
Membangun Peradaban Pendidikan dari Bungo: Kunjungan Wakil Menteri Dikdasmen RI Menguatkan Sinergi Muhammadiyah dan Pemerintah
Oleh: Agus Setiyono*)
Kabupaten Bungo kembali menjadi titik penting dalam denyut pembangunan pendidikan nasional. Pada Kamis, 6 Agustus 2026, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial pemerintahan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan Persyarikatan Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital.
Salah satu agenda utama kunjungan adalah dialog interaktif bersama warga Persyarikatan Muhammadiyah dan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Muara Bungo (UMMUBA). Suasana diskusi berlangsung hangat, penuh gagasan, dan sarat optimisme mengenai masa depan pendidikan Indonesia yang semakin inklusif, adaptif, dan berdaya saing.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jambi, H. Suhaimi Chan, didampingi Sekretaris, serta sejumlah anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jambi. Kehadiran para pimpinan Muhammadiyah menunjukkan komitmen kuat Persyarikatan dalam mendukung kemajuan pendidikan sebagai salah satu pilar utama dakwah pencerahan.
Dalam sambutannya, Dr. Fajar Riza Ul Haq menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Muara Bungo Dr. Renda Lestari, S. Pd., M. Ed, beserta seluruh jajaran atas berbagai langkah progresif dalam membangun dan mengembangkan kampus. Menurutnya, kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik dan jumlah mahasiswa, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan zaman.
Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini tengah memasuki babak baru yang ditandai dengan percepatan transformasi digital. Pemanfaatan teknologi informasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons secara cerdas oleh seluruh lembaga pendidikan. Dalam konteks tersebut, penguatan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menjadi salah satu instrumen penting untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas hingga menjangkau seluruh pelosok negeri.
Menurutnya, era digital membuka ruang belajar yang jauh lebih luas dibandingkan ruang kelas konvensional. Namun, kemajuan teknologi harus tetap diimbangi dengan pembangunan karakter, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan agar pendidikan tidak kehilangan ruhnya sebagai proses memanusiakan manusia.
Menariknya, selain mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq juga dipercaya sebagai Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis Muhammadiyah ( LKKS ). Peran ganda tersebut semakin memperkuat jembatan sinergi antara kebijakan pemerintah dan kontribusi nyata Muhammadiyah dalam membangun ekosistem pendidikan nasional yang maju, inklusif, dan berkemajuan.
Dalam dialog tersebut, beliau juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan saat ini semakin besar. Berbagai program peningkatan kualitas guru, penguatan sarana dan prasarana pendidikan, transformasi pembelajaran, digitalisasi sekolah, hingga perluasan akses pendidikan merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Bagi Muhammadiyah, perhatian negara terhadap dunia pendidikan merupakan peluang untuk semakin memperkuat kontribusi Amal Usaha Muhammadiyah sebagai mitra strategis pemerintah. Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah menjadikan pendidikan sebagai gerakan dakwah yang membebaskan, mencerahkan, dan memberdayakan masyarakat.
Usai berdialog di lingkungan Universitas Muhammadiyah Muara Bungo, rangkaian kunjungan kerja dilanjutkan dengan agenda silaturahmi bersama Pemerintah Kabupaten Bungo di Rumah Dinas Bupati. Dalam pertemuan tersebut hadir Wakil Bupati, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bungo. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi untuk memperkuat pembangunan pendidikan di daerah melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan.
Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia ke Kabupaten Bungo menjadi pesan yang kuat bahwa pembangunan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi yang erat antara pemerintah dan masyarakat, khususnya lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah, akan menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi Indonesia yang cerdas, berakhlak mulia, menguasai teknologi, serta memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan bangsa.
Dari Kabupaten Bungo, sebuah pesan besar kembali ditegaskan: pendidikan bukan sekadar proses mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan ikhtiar membangun peradaban. Dan peradaban yang kokoh selalu lahir dari sinergi, keteladanan, serta komitmen bersama untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa.